Beberapa potensi tentang perlunya publikasi internasional yang dideskripsikan di atas, ternyata tidak diikuti jumlah publikasi ilmiah dari para ilmuwan, termasuk dosen, dari Indonesia. Tabel 1 menunjukkan perbandingan jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional antara beberapa negara Asia pada 2014. Tampak bahwa Indonesia masih kalah dengan Hongkong, yang hanya sebuah kota di Cina. Di antara negara Asia Tenggara pun, Indonesia masih kalah dengan Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia mempublikasikan 5.665 artikel, Malaysia 25.883 (400% lebih banyak). "Cara Tembus Artikel Jurnal Internasional Bereputasi"
Tabel 1. Jumlah publikasi di jurnal internasional
Sumber: Pratomo (2015).
Jika dilihat
lebih detail, jumlah publikasi ilmiah jurnal internasional dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia ternyata
tidak lebih baik dari jumlah publikasi ilmiah jurnal internasional dari hanya satu perguruan
tinggi di Malaysia
(Universiti Kebangsaan Malaysia/UKM). Lihat Tabel 2. Khusus
untuk Universitas Brawijaya (UB), tampak bahwa
UB mampu menyalip Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin dan
memperkecil selisih dengan Universitas
Padjajaran.
Tabel 2. Perbandingan jumlah publikasi terindeks scopus
Sumber: Pratomo
(2015)
Tabel 3 berikut makin menguatkan hasil Tabel 1, yaitu jumlah publikasi internasional memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi suatu bangsa. Di Tabel 1, terlihat bahwa jumlah publikasi internasional Indonesia di bawah negara-negara yang secara ekonomi juga lebih baik daripada Indonesia. Tetapi, jumlah publikasi internasional Indonesia di atas beberapa negara yang kondisi ekonominya di bawah Indonesia (lihat tabel 3). "Cara Tembus Artikel Jurnal Internasional Bereputasi"
Tabel 3. Artikel di jurnal terindeks scopus
versi www.scimagojr.com
Sumber: Jayanegara (2015).


